Jumat, 17 Januari 2014

Bagian Pembuka

  • Halaman judul.
  • Halaman pengesahan.
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Ringkasan isi.
  • Penutup.

Bagian Isi

Pendahuluan

  • Latar belakang masalah.
  • Rumusan masalah.
  • Pembahasan masalah.
  • Tujuan penelitian.
  • Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

  • Pembahasan teori
  • Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
  • Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian

  • Waktu dan tempat penelitian.
  • Metode dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel.
  • Instrumen penelitian.
  • Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian

  • Jabaran varibel penelitian.
  • Hasil penelitian.
  • Pengajuan hipotesis.
  • Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

  • Saran

Bagian penunjang

  • Daftar pustaka.
  • Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
http://ahliskripsitesis.com/sistematika-penulisan-karya-ilmiah/

Posted on 20.00 by DR. Munggaran

No comments

Jumat, 10 Januari 2014

Bahan-Bahan yang Perlu dipersiapkan :
  1. Gelas minum bening
  2. Air
  3. Garam
  4. Minyak nabati
  5. Pewarna makanan ( terserah kamu mau warna apa )
Cara Pembuatan
1. Pertama
  • Isi gelas dengan 3/4 air
  • Masukan beberapa sendok pewarna makanan….warna merah bagus karena mirip dengan warna lava
  • Perlahan-lahan masukkan minyak sayur kedalam botol atau gelas…akan terlihat gumpalan2 yang menarik
  • Sekarang bgian yang menarik taburi garam ke dalam lrutan….
  • Lihat gumpalan lava akan naik turun ke atas kebawah…..
2. Kedua
  • isi botol dengan minyak sayur sampai hampir penuh
  • kemudian, masukkan air ke dalam botol (air akan berada di dasar botol)
  • teteskan pewarna makanan (warna apa saja)
  • masukkan tablet alka-seltzer (sehingga tablet turun dan tercampur dengan air) / baking soda
  • “lava” akan berputar-putar di dalam botol
ketika tablet alka seltzer terkena air, maka akan bereaksi dan menghasilkan gelembung karbon dioksida. seperti gambar berikut.
.

(sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan soda kue). gelembung karbon dioksida tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas. ketika sampai ke permukaan, gas karbon dioksida terlepas dan menyebabkan air yang tadinya berada di atas, menjadi turun kembali ke dasar botol. percobaan ini bisa diulang tergantung banyaknya tablet yang dimasukkan…..

Posted on 20.01 by DR. Munggaran

No comments

Jumat, 29 November 2013

Selasa, 16 April 2013

1. Muatan Listrik
Muatan listrik terdiri atas:
Elektron yang membawa muatan negatif
Proton yang membawa muatan positif 

Muatan 1 elektron = - 1,6 . 10-19 Coulomb
Muatan 1 proton = 1,6 . 10-19 Coulomb
 Muatan lisrik dari suatu benda ditentukan oleh jumlah proton danelektronnya.*Bila benda kelebihan elektron ( ∑ elektron >   ∑ proton), maka bendabermuatan negatif.*Bila benda kekurangan elektron ( ∑ elektron   < ∑ proton), makabenda bermuatan positif.
*Bila  ∑ elektron = ∑ proton, maka benda  tidak   bermuatan netral ).
Hukum Coulomb yang dinyatakan oleh Charles Augustin de Coulomb(1786) adalah sebagai berikut :
“ Gaya tarik menarik atau gaya tolak antara dua muatan listriksebanding dengan muatan-muatannya dan berbanding terbalikdengan kuadrat jarak antara kedua muatan
Secara matematis Hukum Coulomb dirumuskan sebagai berikut :
F=k Q1.Q2/r2
Dengan :
F = gaya Coulomb ( Newton )
q = muatan listrik ( Coulomb )
r = jarak kedua muatan ( meter )
k = konstanta =   9 . 109 N.m2/C2
Ԑ0 permitivitas listrik dalam ruang hampa udara  = 8,85 . 10-12 C2/Nm2
Medan Listrik  
Medan listrik adalah suatu daerah/ruang di sekitar muatan listrik yangmasih dipengaruhi oleh
gaya listrik. Medan listrik digambarkan dengan garis gaya listrik yangarahnya keluar 
(menjauhi)muatan positif dan masuk (mendekati) muatan negatif.

Kuat medan listrik adalah besarnya gaya Coulomb untuk tiap satusatuan muatan.
E=F/Q
Dengan :
E = kuat medan listrik ( N/C )
F = gaya Coulomb ( N )
q = muatan uji ( C )

Posted on 19.42 by DR. Munggaran

No comments

Rabu, 27 November 2013 04:11
Meski dibilang mirip bumi, Mars disebutkan memiliki habitat yang parah karena tipisnya atmosfer dan dinginnya temperatur di sana. Kemungkinan, hal ini disebabkan karena fenomena efek rumah kaca yang terjadi jutaan tahun lalu.
Seperti yang dilansir oleh Mashable (25/11), hal ini disimpulkan oleh para peneliti setelah mengetahui bagaimana kondisi Mars yang sesungguhnya. Disebutkan, tabrakan beberapa meteorit pada miliaran tahun lalu turut membantu terbentuknya efek yang tak baik bagi kehidupan ini.
Tabrakan meteorit ini sendiri terlihat dari adanya Nanedi Valles, sebuah lembah besar mirip Grand Canyon di sana. Tabrakan ini kemudian menyebabkan adanya efek rumah kaca yang bercampur suhu dingin sehingga suhu di planet merah tersebut naik turun dan menghilangkan sebagian besar air yang ada di permukaannya.
Untuk membuktikan hal ini, sebuah tim peneliti dari Penn State University pun menggunakan sebuah model iklim satu dimensi yang menjelaskan bagaimana hidrogen, dan CO2 serta air, mampu menciptakan efek tersebut pada 3,8 juta tahun lalu.
"Sangat mengejutkan mengetahui bahwa Mars dulunya pernah hangat dan basah karena sinar mataharinya lebih redup," kata Ramirez, peneliti hal ini.
Hasil dari efek rumah kaca ini sendiri kemungkinan tidak akan terjadi di bumi mengingat kedua planet tersebut berbeda. Bumi memiliki jarak lebih dekat dengan matahari ketimbang Mars sehingga lebih stabil dalam menjaga suhu.

Posted on 19.22 by DR. Munggaran

No comments

Jumat, 29 November 2013 06:13
Sebuah fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi di Semenanjung Selatan Islandia, berhasil menunjukkan konversi langsung dari karbon dioksida menjadi bahan bakar metanol.
Seperti dilansir Softpedia (28/11), temuan ini sendiri dikabarkan sukses menjadi yang pertama yang mampu mengubah karbondioksida menjadi zat methanol yang dapat digunakan mulai dari bahan bakar hingga cat.
Fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi ini sendiri merupakan milik Carbon Recycling International , sebuah perusahaan bertekad untuk membuktikan bahwa mengubah CO2 menjadi metanol tidak harus melewati proses yang sangat kompleks dan membutuhkan banyak sekali energi. Instalasi ini sendiri bekerja dengan sistem mengambil pasokan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi, sehingga mengurangi emisinya.
Meskipun metode konversi ini sudah terbukti bisa bekerja dengan baik, namun teknologi konversi ini tidak mungkin diterapkan di tempat lain di seluruh dunia dalam waktu dekat karena operasionalnya yang mahal. Oleh karena itu, agar pendekatan ini menjadi efektif, fasilitas konversi perlu dibangun di daerah di mana tenaga listrik dan karbon dioksida bisa dipasok dengan murah. Contohnya di Islandia yang hanya mematok biaya empat sen per kilowatt-jam listrik.
Selain itu, pembangkit listrik panas bumi ini akan merilis aliran zat karbon yang terkonsentrasi, seperti lawan dari asap. Hal ini memungkinkan fasilitas konversi untuk menangkap dan memisahkan karbon dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah yang berasal dari sedikitnya persyaratan dalam hal teknologi dan konsumsi daya.

http://www.merdeka.com/teknologi/peneliti-berhasil-temukan-bahan-bakar-cair-dari-karbondioksida.html

Posted on 19.11 by DR. Munggaran

No comments